Genre :
Fluff, sad
Cast : Kwon
Jiyong (BIGBANG) as Jiyong
Kiko Mizuhara as Kiko
********
“Hubungan kita cukup sampai disini..”
“Apa katamu?! Kau sudah gila?”
Angin berhembus kencang, daun-daun berguguran mengiringi
amarah Jiyong saat berhadapan dengan
kekasihnya,
Kiko.
Sepasang kekasih itu berdiri dengan jarak yang agak
berjauhan. Saling menatap dengan ego
masing-masing. Bibir Kiko gemetar, sambil tangannya mengepal kuat mencoba
menahan pedihnya rasa sakit yang selama ini ditahannya selama berbulan-bulan.
Ya, genap 8 bulan sejak mereka tidak saling bertemu dan tidak sekalipun
berkomunikasi. Dan akhirnya, Kiko memberanikan diri untuk bertemu dengan Jiyong
untuk menghempaskan segala perasaan yang mengganjal dihatinya.
Kiko mendekat ke arah pria itu dengan tatapan sendu.
“Kau menyebutku gila? Terserah apa kata hatimu, Jiyong! Aku
hanya mengikuti kata hatiku, karena kau sama sekali tak bisa kupercaya lagi!
Aku sudah muak kau telantarkan begitu lama! Kau sama sekali tidak
memperdulikanku bahkan saat itu kau tidak menjengukku ataupun menghubungiku
saat aku sedang dirawat di rumah sakit. Apakah kau tahu kalau aku sangat
mengkhawatirkanmu? Aku cemas bila kau disana sudah bahagia dengan wanita lain.
karena kau selama ini tidak punya waktu bahkan untuk mengatakan... aku.....”
Keheningan malam semakin mempersunyi emosi Kiko. Dan di sisi
lain, Jiyong berdiri mematung dengan mata berkaca-kaca.
“Aku.. aku mencintaimu... bahkan aku sangat tersiksa karena
merindukanmu..”
Kiko melanjutkan kata-katanya. Air mata tak kuasa ia tahan.
“Aku punya boyband, dan musik adalah hidupku. Kami juga
sedang berada dipuncak. Aku harus bersama mereka sampai akhir. Dan kau, kau
adalah belahan jiwaku, Kiko. Mengertilah bahwa aku tidak bermaksud
menelantarkanmu. Aku... aku hanya... ak- aku... “
“Sudahlah Jiyong, aku sudah berusaha untuk percaya padamu
tapi itu percuma saja. Mereka itu teman-temanmu.. lebih penting daripada aku
yang selalu setia menunggumu ditempat yang sama. Ditempat ini. Yang selalu
percaya bahwa kau pasti akan datang. Aku selalu yakin bahwa kau mencintaiku dan
sangat tidak mungkin bila kau meninggalkanku. Tapi penantian ku itu ternyata
sia-sia dan akhirnya semua ini yang kudapat darimu.. dan sekarang, kuharap kau
bahagia dengan hidupmu. Sukseslah bersama mereka. Dan semoga, kau juga bahagia
bersama wanita lain yang tentunya lebih baik daripada aku. ”
Kiko berniat pergi saat tangan Jiyong menahan tangannya,
berharap untuk tidak meninggalkannya.
“Kiko.. kumohon.. beri aku kesempatan.. aku sangat
mencintaimu, bukan maksudku untuk meninggalkanmu. Aku hanya butuh waktu untuk
membiasakan diri. Aku mohon..”
Jiyong mulai berlutut dihadapan Kiko dan menangis
tersedu-sedu. Kiko tak menghiraukan Jiyong yang saat ini terlihat sangat
menyesali perbuatannya.
“Selamat tinggal..”
Sosok wanita itu berlalu meninggalkan Jiyong yang masih
berlutut. Dan perlahan, bayangan itu mulai hilang dari penglihatan Jiyong.
Jiyong mulai menerawang jauh. Ia mulai menyadari tentang apa
saja yang telah ia lakukan selama ini, Tanpa Kiko. Tanpa wanita itu. Lama
sekali... ia tanpa sadar telah mengecewakannya. Padahal Jiyong sangat
mencintainya. Hanya karena hal sepele, ia lupa membagi waktu untuk bersamanya.
“Apa.. apa yang telah aku lakukan?”
Jiyong membiarkan kesedihannya meluap. Ia berteriak,
menjerit memanggil nama Kiko.
Tapi sia-sia, ia tak mungkin kembali.
“Akhirnya...”
“Akhirnya aku menyadari betapa bodohnya diriku ini.. Maafkan
aku...”
-FIN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar