Minggu, 03 April 2016

My Heaven

Title        : MY HEAVEN

Author   : Erinsa Bella

Genre    : Romance

Cast       :

- Lee Yongri

- Kwon Jiyong

- Kang Daesung

- Sandara (Cameo)

 

                  "Just you, and only you. You're My Heaven."

    

 

   Pagi yang cukup mendung tapi tak menggoyahkan semangat Yongri untuk pergi ke sekolah. Tentu saja ia sangat semangat karena hari ini ia harus mengikuti tes cerdas cermat pelajaran yang sangat ia sukai yaitu Bhs Jepang. Tidak tanggung-tanggung, hadiah cerdas cermat itu adalah tour wisata ke Jepang dan bonus bertemu langsung dengan Band ONE OK ROCK, dan band itu adalah idola Yongri yang sangat ia gilai sejak SMP. Dan karena band itu, semangat Yongri makin berapi-api.

 

   "Aww!! Apaa"

 

Tiba-tiba seseorang menabrak Yongri dengan keras. Lalu dengan perlahan mata Yongri melotot melihat siapa yang menabraknya barusan.

 

  "Dae-Dae.. Daesung?!"

 

1 menit, 2 menit.

Mereka saling bertatapan satu sama lain. Berusaha meyakinkan bahwa penglihatan mereka tidak salah sama sekali.

 

Dengan tergagap-gagap, Daesung berkata,

 

  " A-a-anu.. M-ma-maafkan aku. Aku tidak sengaja.."

 

  "Apa?? Ah, gak papa kok.."

 

  "Apa ada yang luka?"

 

Tanya Daesung sambil membantu Yongri berdiri.

 

  "Aku gak papa kok, beneran. Hmm, yaudah makasih banyak ya.."

 

Yongri masih salah tingkah dan berjalan menuju kelasnya yang tadi sempat tertunda.

Namun, baru 1 langkah ia melangkahkan kakinya, tiba-tiba tangannya ditahan oleh Daesung.

 

  "Shizuka.. Masih ingat aku?"

 

Terdapat nada penuh harap yang dilontarkan oleh Daesung.

 

Masih pada posisinya, jantung Yongri serasa berhenti.

'Shizuka?.. Itu kan...'

 

                  **********************

 

   Ya, Shizuka adalah panggilan sayangku darinya, dari Nobita ku. Entah sudah berapa lama aku merindukan nama itu. Panggilan sayang itu kami ambil dari tokoh animasi "DORAEMON". Karena Doraemon adalah kartun Jepang yang sangat disukai oleh nya. Dan didalam cerita kartun itu, Shizuka dan Nobita nantinya akan menikah karena mereka saling mencintai. Jadi ia memanggilku dengan sebutan Shizuka dan aku memanggilnya Nobita.

Nobita adalah masa laluku yang sudah kulupakan karena suatu hal..

  "Hey! Ngelamun aja. Lagi mikirin apa sih? Lagi mikirin Jiyong yaa?"

 

Seru Sandara dari sampingku dengan nada yang sontak membuyarkan lamunanku.

 

  "Apaan sih? Aku gak ngelamun kok! Cuma lagi merenung aja.."

 

Kataku mengelak perkataan sahabatku itu.

 

  "Yee.. Jelas-jelas tadi pandangannya kosong gitu kok! Lagian kamu dicariin Jiyong tuh dari tadi! Katanya kamu ditelfon gak diangkat terus di sms juga gak dibales."

 

Cerocos Sandara sambil mengguncang-guncang tubuhku.

 

  "Ah masa?! Dari tadi ponsel ku anteng-anteng aja tuh!"

 

Kataku dengan cuek dan akhirnya ku lihat ponselku. Betapa kagetnya aku ketika melihat bahwa ada 30 panggilan tidak terjawab dan puluhan sms yang semuanya itu adalah dari Jiyong, kekasihku.

 

  "Apaaa?!! Banyak banget??! Sandara, sekarang Jiyong dimana? Cepat beritahu aku!!"

 

  "Astaga, santai dong! Dia ada dikelasnya sekarang, cepet gih samperin dia sekarang. Nanti dia keburu jadi setan!!"

 

  Aku tidak memperdulikan celotehan Sandara dan langsung berlari menuju kelas Jiyong yang lumayan jauh jaraknya dari kelasku.

Sesampainya di kelasnya, suasana disana sangat sunyi dan tak ada seorangpun yang ada di sana.

 

  "Jiyong.. Kamu dimana?"

 

Kataku pasrah dan duduk di salah satu bangku kelas. Aku memejamkan mataku sejenak karena kelelahan.

 

  "Yongri..."

 

  "Jiyong?!"

 

  "........"

 

  "Maafin aku. Aku bener-bener gak tau kalo kamu cariin aku sampai segitunya. Maaf.. Maafin aku.. Maaf....."

 

  Tetes demi tetes air mata meluncur dari pipiku. Aku benar-benar menyesal karena telah membuat Jiyong sedih dan khawatir. Aku sangat menyayanginya.

 

  'Grebb'

 

  Jiyong memelukku dengan erat. Seakan berkata 'tidak apa-apa, aku memaafkanmu'. Kubalas pelukannya dengan erat juga dan berkata padanya,

 

  "Aku mencintaimu, tolong jangan seperti ini lagi. Jangan lakukan itu"

 

 

  "Maaf, ini hanya masalah sepele dan aku bertindak berlebihan. Seharusnya aku tidak kekanak-kanakan seperti ini, aku yang salah. Dan maafkan aku juga karena telah membuatmu sedih. Sekarang, hapus air matamu. Aku tidak mau air matamu yang berharga itu menetes karena kelalaian ku tidak bisa menjagamu dengan baik."

 

Chu~

 

Jiyong mengecup keningku dan tangannya menhapus air mataku.

Jiyong, kaulah malaikatku.

 

Yongri POV

 

  Saat ini aku agak tidak serius dan terus-menerus melamun dan itu membuatku tidak konsentrasi untuk mengikuti tes cerdas cermat Bhs. Jepang. Aku tidak boleh begini! Aku harus berhasil demi ONE OK ROCK!

 

  *beep beep

 

  Kulihat ponselku, ada pesan singkat masuk dan ternyata itu dari Jiyong.

 

From : KwonJi

'Fighting Yongri! Aku yakin kamu pasti bisa! Good Luck baby~! ^^'

 

  Segaris senyum tergambar jelas di wajahku. Setelah membaca pesan dari Jiyong, aku menjadi lega. Pikiran ku tentang Daesung lenyap seketika. Jiyong membuatku sadar bahwa hanya dialah yang pantas untuk kucintai.

 

  "Lee Yongri!"

 

  Astaga, namaku dipanggil juga! Ayo Yongri! Kau pasti bisa! Ini demi orang-orang yang kau sayangi. Jiyong dan tentunya ONE OK ROCK!.

 

Yongri POV End                    

 

                       ***********************

 

 

Daesung POV

 

  Akhirnya selesai juga tes-nya. Semoga saja aku lolos dan bisa membanggakan nama sekolah. Meskipun baru seminggu aku pindah dari Seoul ke sekolah ini, aku sudah dipercaya oleh wali kelas ku untuk mengikuti tes Cerdas Cermat Bhs Jepang. By the way, dimana letak kelas Yongri?

 

  *tap tap tap

 

suara langkah kaki terdengar di koridor sekolah. Lalu saat kubalikkan badanku keaarah suara itu, betapa kagetnya saat....

 

  "Yo..Yongri?!"

 

  Yongri memasuki ruangan tes. Apakah...

Apakah Yongri juga ikut cerdas cermat itu?

Benarkah? Tubuhku masih kaku. Sudah kedua kalinya aku bertemu dengannya tapi aku masih saja tidak percaya.

Aku menunggu di depan pintu ruang tes. Berharap Yongri keluar dari sana.

 

  Lima belas menit berlalu, akhirnya pintu itu terbuka juga. Yongri keluar tanpa melihat ke arahku. Diam-diam aku mengikutinya dari belakang. Saat berada di taman, aku berhenti sejenak dan bersembunyi di belakang pohon. Karena saat itu, Yongri terlihat menemui seorang laki-laki entah siapa itu. Mereka berbincang-bincang lalu tertawa lepas. Apakah dia kekasih Yongri?

 

Daesung POV End-

 

Yongri POV

 

  Aku mengikuti tes dengan lancar, tak lama kemudian aku menerima pesan singkat dari Jiyong.

 

From : Kwonji

'Setelah tes, temui aku di taman'

 

  Aku tersenyum. Lalu aku keluar ruangan dan berjalan menuju taman. Saat perjalanan ke taman, aku merasa seperti ada yang mengikuiku dari belakang. Tapi aku tidak menghiraukannya. Saat aku sampai di taman, kulihat Jiyong berdiri di sana sambil tersenyum padaku.

 

  "Hai tampan! Sudah lama menunggu?"

 

Jiyong mendekatiku dan berkata,

 

"Tidak, aku bersedia untuk selalu menunggumu. Karena waktu yang sebentar bersamamu, bukanlah hal yang percuma."

 

Jiyong menunjukkan ekspresi jahilnya yang sangat cute sehingga membuatku tertawa terbahak-bahak.

 

  "Hahaha! Dasar tukang gombal!."

 

Aku mencubit pipinya lalu mengajaknya untuk duduk di salah satu bangku taman.

 

  "Jiyong, apakah kau mencintaiku?"

 

  "Tentu saja, meskipun kau tanya sampai seribu kali, jawabanku adalah tetap."

 

Aku tersenyum dan berkata padanya,

 

  "Bagaimana kalau aku mencintai orang lain?, apa yang akan kau lakukan?"

 

Apa yang aku katakan barusan? Apa aku sudah gila?!

Jiyong hening sejenak, mengembuskan napas lalu berkata,

 

  "Apa yang akan kulakukan? Hmm.. Kalau yang kau cintai itu lebih baik dariku. Mungkin dialah yang terbaik untukmu.."

 

Jiyong..? Jawabanmu itu...

Ekspresi Jiyong tidak bisa dideskripsikan oleh kata-kata. Apa dia sudah tau bahwa aku bertemu dengan Daesung dan dia adalah cinta pertamaku?

 

                   ***********************

 

Jiyong POV

 

  Aku sudah mengetahuinya, Yongri. Semua tentangmu dan dirinya. Oleh karena itulah aku berkata begitu kepadamu. Hanya saja aku kehabisan cara untuk menanyakannya padamu. Aku takut kau tersinggung dan menjauhiku. Sejujurnya, aku sakit saat mengetahui itu.

Aku melihatmu waktu itu. Saat dimana kau bertemu dengan laki-laki itu.

Saat aku mengetahui kebenarannya dari Sandara, sahabatmu dari kecil.

Lalu aku harus bagaimana, Yongri?

 

 *Flashback :

 

  "Apa? Kenapa kamu tanya itu ke aku? Kenapa gak tanya ke Yongri?"

 

  "Nggak, aku harus bertanya ini padamu. Cepat ceritakan padaku!"

 

  "Oke, baik. Jadi Daesung itu adalah cinta pertama Yongri waktu di SMP dulu, tapi entah karena apa mereka tiba-tiba putus. Sampai sekarang aku nggak tau Yongri masih suka apa nggak ke Daesung, lagipula dia nggak pernah cerita sama aku kalo dia pernah ketemu Daesung di sekolah ini."

 

*Flashback End-

 

Jadi Daesung itu adalah cinta pertamamu. Dan kau tidak sengaja bertemu dengannya di sekolah. Dan mengapa kau bertanya seperti itu padaku? Apakah kau masih mencintainya?

 

       Hembusan angin sore membuat perempuan berparas cantik itu menerawang jauh. Tatapannya kosong, seakan melambangkan beban yang ia peroleh. Yongri duduk di balkon rumahnya sambil mengingat-ingat masa lalunya.

 

*Flashback

 

  "Yongri, tunggu aku! Aku bisa menjelaskan semuanya padamu! Tolong dengarkan aku!"

 

Daesung mengejar Yongri yang berlari menjauhi Daesung. Setelah mendengar perkataan Daesung, Yongri langsung menghentikan langkahnya dan berbalik untuk melihat wajah Daesung, kekasihnya.

 

  "Apa yang perlu aku ketahui lagi darimu? Sekali, dua kali, namun aku masih saja tidak tahu. Aku lelah! Benar-benar lelah. Ini dan itu semuanya bohong. Apa lagi gunanya aku disini?! Lebih baik aku mati daripada terus-menerus menerima omong kosongmu itu!!!"

 

Yongri mencurahkan semua kepedihannya saat itu juga. Iaatak tahan lagi untuk menjadi tegar atas semua perlakuan Daesung padanya. Sudah berulang kali Daesung berselingkuh dengan wanita lain dibelakang Yongri. Tapi kali ini, Yongri akan mengakhiri semuanya.

 

  "Kau salah paham! Bukannya aku"

 

  "Apa? Apa lagi?! Sudah cukup Daesung! Sudah! Hentikan semua ini! Aku ingin mengakhirinya saat ini juga. Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi!"

 

Yongri berlari mninggalkan Daesung dengan berlinangan air mata. Besok, ia akan meminta surat pindah sekolah. Ia sudah muak dengan Daesung.

 

*Flashback End-

 

  Yongri mengusap air matanya, kenangan itu mengingatkannya betapa pahit masa lalunya bersama Daesung. Ia tidak tahu, bagaimana Daesung yang sekarang. Sudahkah ia berubah?

 

  Aitakute Aitakute..

  Ano umi de matte iru yo..

  Kimi e no omoi asamo hiru mo yoru mo..

  Aitakute.. You're My Heaven..

 

Ponsel Yongri berdering, rupanya ada telepon masuk. Dengan sigap, Yongri mengambil ponsel yang tepat berada di sampingnya.

 

  "Halo? Ini siapa?"

 

  "Yongri, ini aku.. Daesung."

 

Mata Yongri terbelalak, mengetahui siapa yang meneleponnya sekarang.

 

  "Ada apa?"

 

Yongri berusaha tenang seakan tidak terjadi apa-apa.

 

  "Sebenarnya tidak ada apa-apa. Aku hanya mencoba menghubungi nomormu yang dulu, dan ternyata masih aktif."

 

  "Hm, ada lagi?"

 

Jawab Yongri datar.

 

  "Eh.."

 

  "Kalau tidak ada lagi, baiklah "

 

  "Eits! Jangan tutup dulu! Hmm.. Bisakah kau besok menemuiku?"

 

Yongri kaget, untuk apa dia ingin bertemu denganku?

 

  "Dimana?"

 

  "Di taman, usai pulang sekolah."

 

Setelah Yongri mendengar jawaban Daesung, dengan santainya Yongri mengakhiri sambungan teleponnya.

Ia meletakkan kembali ponselnya dan berkata pada dirinya sendiri,

 

  "Sekarang kuberi kau kesempatan. Semoga kesempatan ini au manfaatkan dengan sebaik-baiknya."

 

Yongri menghela napas panjang dan berjalan menuju kamanya, lalu ia menutup pintu baljon dan berbaring diatas ranjangnya.

 

                        ************************'

 

*kringggg

 

  Bunyi bel pulang sudah berdering-dering. Murid-murid sekolah berbondong-bondong untuk melihat siapa saja yang lolos tes seleksi cerdas cermat Bhs Jepang. Semua muri berkerumun di depan papan pegumuman. Dan salah satunya adalah Yongri. Dengan teliti ia melihat daftar nama yang lolos tes. Ada 5 murid saja yang lolos dan nama Minxy tercantum jelas ada di urutan nomor 3.

   Yongri berteriak girang setelah mengetahui bahwa ia lolos. Ia melihat dafta nama itu lagi, siapa tau Sandara juga lolos. Dan dengan ajaibnya, nama Daesung juga tercantum disana, tepat dibawah namanya. Serasa ada petir yang menyambarnya, perasaan campur aduk dirasakan oleh Yongri. Seketika ia ingat janjinya bersama Daesung. Yongri berlari menjauhi kerumunan murid lalu melangkahkan kakinya ke arah taman.

 

  "Daesung..."

 

Daesung menoleh ke arah datangnya suara saat ia sedang mengutak-atik ponselnya.

 

  "Terima kasih karena telah menepati janji."

 

  " Itu selalu aku lakukan. Tidak sepertimu.."

 

Daesung tertegun mendengar jawaban Yongri. Seakan menyindir tentang pengkhianatan yang pernah ia lakukan.

 

  "Masalah tentang itu.. Bukan aku yang salah, tapi itu salahmu. Kau tidak pernah menyisakan waktumu untukku. Jadi, apakah itu sepenuhnya salahku?"

 

Jantung Yongri berhenti sejenak. Hatinya tercabik-cabik mebdengar penyangkalan Daesung.

 

 

  "Kau.. Sama sekali belum berubah! Sudah jelas-jelas kukatakan padamu bahwa saat itu ku tidak bisa menyisihkan waktuku untukmu karena ada suatu hal yang memaksaku untuk menjadi sangat sibuk dan itu semua demi kebaikan nama sekolah kita. Tapi sifat gois dan 'tidak mau tau' mu itu sangat melekat padamu sehingga membuatmu tidak mengerti perasaanku dan keadaanku saat itu. Dan bila kau tau, meskipun sebelumnya aku sudah mengetahui bahwa kau mengkhianatiku, aku tetap tegar dan bersikap tidak ada apa-apa. Tapi itu masih saja belum cukup dan akhirnya kuputuskan untuk mengakhirinya!!"

 

Sekali lagi, air mataku kembali menetes.

 

  " Cih, omong kosong saja!"

 

Mendengar kata-kata hina yang dilontarkan Daesung,Yongri tidak tahan lagi dan melayangkan tangannya dengan keras ke pipi Daesung.

 

*plakk

Yongri menampar Daesung dengan amarah yang sudah memuncak, air mata tak henti-hentinya mengalir dari pipi mulusnya.

 

  "Yongri!"

 

Teriak seseorang dari arah belakang Yongri. Yongri menoleh ke belakang dan ternyata itu adalah Jiyong.   Jiyong mndekati Yongri dan menghapus air matanya. Lalu ia melihat Daesung dan memukulnya dengan keras.

 

  "Apa yang kau lakukan?!"

 

  "Seharusnya aku yang bertanya padamu! Apa yang kau lakukan pada kekasihku?!"

 

Seru Jiyong dengan nada tinggi.

 

"Hah, jadi dia kekasihmu, Yongri?"

 

"Ya, aku adalah kekasih Yongri. Sekarang pergilah au keparat! Jangan lagi sekali-kali kau menemuinya lagi. Atau kau akan mati di tanganku!"

 

Daesung menyerah dan akhirnya pergi menjauhi mereka berdua.

 

"Yongri sayangku, Jangan menangis lagi. Aku sudah rahu semuanya. Sekarang, jangan khawatir lagi. Aku ada disini untukmu."

 

Jiyong memeluk Yongri yang menangis tersedu-sedu.

 

  "Maafkan aku Jiyong, aku tidak memberitahumu masalah ini sejak awal. Aku tidak ingin menyakitimu. Itu saja.."

 

Yongri semakin mempererat pelukannya pada Jiyong.

Ia membiarkan semua kesedihannya meluap di bahu Jiyong.

 

  "Sudah, jangan menangis lagi. Bukankah kau lolos tes cerdas cermat itu? Ingat, kau harus belajar lagi untuk menang, bukankah kau ingin bertemu dengan ONE OK ROCK?"

 

Ujar Jiyong tanpa melepas pelukannya.

 

  "Iya, aku sangat gembira karena lolos, dan aku juga bahagia bila bisa bertemu dengan idola ku. Tapi aku akan lebih bahagia bila kau selalu ada di sampingku, Jiyong. Aku mencintaimu. Terima kasih karena telah menemaniku disaat senang maupun sedih. Dan terimakasih juga karena telah mengerti aku sepenuhnya. Kau adalah malaikatku.."

 

Jiyong meneteskan air matanya. Ini bukan karena bersedih , namun terharu karena mendengar kata-kata kekasihnya.

 

  "Bukankah aku sudah berjanji untuk selalu mencintaimu? Mulai sekarang, ini akan kulakukan sampai ajal memisahkan kita.

Yongri, kaulah surgaku, You're My Heaven..."

 

FIN-

 

Thanks for read!

Arigatou~

Kamsahamnida~


Tidak ada komentar:

Posting Komentar