Title : MY HEAVEN
Genre : Romance
Cast :
- Lee Yongri
- Kwon Jiyong
- Kang Daesung
- Sandara (Cameo)
"Just you, and only you.
You're My Heaven."
Pagi
yang cukup mendung tapi tak menggoyahkan semangat Yongri untuk pergi ke
sekolah. Tentu saja ia sangat semangat karena hari ini ia harus mengikuti tes
cerdas cermat pelajaran yang sangat ia sukai yaitu Bhs Jepang. Tidak
tanggung-tanggung, hadiah cerdas cermat itu adalah tour wisata ke Jepang dan
bonus bertemu langsung dengan Band ONE OK ROCK, dan band itu adalah idola
Yongri yang sangat ia gilai sejak SMP. Dan karena band itu, semangat Yongri
makin berapi-api.
"Aww!! Apaaㅡ"
Tiba-tiba seseorang menabrak Yongri
dengan keras. Lalu dengan perlahan mata Yongri melotot melihat siapa yang
menabraknya barusan.
"Dae-Dae.. Daesung?!"
1 menit, 2 menit.
Mereka saling bertatapan satu sama lain.
Berusaha meyakinkan bahwa penglihatan mereka tidak salah sama sekali.
Dengan tergagap-gagap, Daesung berkata,
" A-a-anu.. M-ma-maafkan aku. Aku tidak sengaja.."
"Apa?? Ah, gak papa kok.."
"Apa ada yang luka?"
Tanya Daesung sambil membantu Yongri
berdiri.
"Aku gak papa kok, beneran. Hmm, yaudah makasih banyak ya.."
Yongri masih salah tingkah dan berjalan
menuju kelasnya yang tadi sempat tertunda.
Namun, baru 1 langkah ia melangkahkan
kakinya, tiba-tiba tangannya ditahan oleh Daesung.
"Shizuka.. Masih ingat aku?"
Terdapat nada penuh harap yang dilontarkan
oleh Daesung.
Masih pada posisinya, jantung Yongri
serasa berhenti.
'Shizuka?.. Itu kan...'
**********************
Ya, Shizuka adalah panggilan sayangku darinya, dari Nobita ku. Entah
sudah berapa lama aku merindukan nama itu. Panggilan sayang itu kami ambil dari
tokoh animasi "DORAEMON". Karena Doraemon adalah kartun Jepang yang
sangat disukai oleh nya. Dan didalam cerita kartun itu, Shizuka dan Nobita
nantinya akan menikah karena mereka saling mencintai. Jadi ia memanggilku
dengan sebutan Shizuka dan aku memanggilnya Nobita.
Nobita adalah masa laluku yang sudah
kulupakan karena suatu hal..
"Hey! Ngelamun aja. Lagi mikirin apa sih? Lagi mikirin Jiyong
yaa?"
Seru Sandara dari sampingku dengan nada
yang sontak membuyarkan lamunanku.
"Apaan sih? Aku gak ngelamun kok! Cuma lagi merenung aja.."
Kataku mengelak perkataan sahabatku itu.
"Yee.. Jelas-jelas tadi pandangannya kosong gitu kok! Lagian kamu
dicariin Jiyong tuh dari tadi! Katanya kamu ditelfon gak diangkat terus di sms
juga gak dibales."
Cerocos Sandara sambil
mengguncang-guncang tubuhku.
"Ah masa?! Dari tadi ponsel ku anteng-anteng aja tuh!"
Kataku dengan cuek dan akhirnya ku lihat
ponselku. Betapa kagetnya aku ketika melihat bahwa ada 30 panggilan tidak terjawab
dan puluhan sms yang semuanya itu adalah dari Jiyong, kekasihku.
"Apaaa?!! Banyak banget??! Sandara, sekarang Jiyong dimana? Cepat
beritahu aku!!"
"Astaga, santai dong! Dia ada dikelasnya sekarang, cepet gih
samperin dia sekarang. Nanti dia keburu jadi setan!!"
Aku tidak memperdulikan celotehan Sandara dan langsung berlari menuju
kelas Jiyong yang lumayan jauh jaraknya dari kelasku.
Sesampainya di kelasnya, suasana disana
sangat sunyi dan tak ada seorangpun yang ada di sana.
"Jiyong.. Kamu dimana?"
Kataku pasrah dan duduk di salah satu
bangku kelas. Aku memejamkan mataku sejenak karena kelelahan.
"Yongri..."
"Jiyong?!"
"........"
"Maafin aku. Aku bener-bener gak tau kalo kamu cariin aku sampai
segitunya. Maaf.. Maafin aku.. Maaf....."
Tetes demi tetes air mata meluncur dari pipiku. Aku benar-benar menyesal
karena telah membuat Jiyong sedih dan khawatir. Aku sangat menyayanginya.
'Grebb'
Jiyong memelukku dengan erat. Seakan berkata 'tidak apa-apa, aku
memaafkanmu'. Kubalas pelukannya dengan erat juga dan berkata padanya,
"Aku mencintaimu, tolong jangan seperti ini lagi. Jangan lakukan
itu"
"Maaf, ini hanya masalah sepele dan aku bertindak berlebihan.
Seharusnya aku tidak kekanak-kanakan seperti ini, aku yang salah. Dan maafkan
aku juga karena telah membuatmu sedih. Sekarang, hapus air matamu. Aku tidak
mau air matamu yang berharga itu menetes karena kelalaian ku tidak bisa
menjagamu dengan baik."
Chu~
Jiyong mengecup keningku dan tangannya
menhapus air mataku.
Jiyong, kaulah malaikatku.
Yongri POV
Saat ini aku agak tidak serius dan terus-menerus melamun dan itu
membuatku tidak konsentrasi untuk mengikuti tes cerdas cermat Bhs. Jepang. Aku
tidak boleh begini! Aku harus berhasil demi ONE OK ROCK!
*beep beep
Kulihat ponselku, ada pesan singkat masuk dan ternyata itu dari Jiyong.
From : KwonJi
'Fighting Yongri! Aku yakin kamu pasti
bisa! Good Luck baby~! ^^'
Segaris senyum tergambar jelas di wajahku. Setelah membaca pesan dari
Jiyong, aku menjadi lega. Pikiran ku tentang Daesung lenyap seketika. Jiyong
membuatku sadar bahwa hanya dialah yang pantas untuk kucintai.
"Lee Yongri!"
Astaga, namaku dipanggil juga! Ayo Yongri! Kau pasti bisa! Ini demi
orang-orang yang kau sayangi. Jiyong dan tentunya ONE OK ROCK!.
Yongri POV End
***********************
Daesung POV
Akhirnya selesai juga tes-nya. Semoga saja aku lolos dan bisa
membanggakan nama sekolah. Meskipun baru seminggu aku pindah dari Seoul ke
sekolah ini, aku sudah dipercaya oleh wali kelas ku untuk mengikuti tes Cerdas
Cermat Bhs Jepang. By the way, dimana letak kelas Yongri?
*tap tap tap
suara langkah kaki terdengar di koridor
sekolah. Lalu saat kubalikkan badanku keaarah suara itu, betapa kagetnya
saat....
"Yo..Yongri?!"
Yongri memasuki ruangan tes. Apakah...
Apakah Yongri juga ikut cerdas cermat
itu?
Benarkah? Tubuhku masih kaku. Sudah
kedua kalinya aku bertemu dengannya tapi aku masih saja tidak percaya.
Aku menunggu di depan pintu ruang tes.
Berharap Yongri keluar dari sana.
Lima belas menit berlalu, akhirnya pintu itu terbuka juga. Yongri keluar
tanpa melihat ke arahku. Diam-diam aku mengikutinya dari belakang. Saat berada
di taman, aku berhenti sejenak dan bersembunyi di belakang pohon. Karena saat
itu, Yongri terlihat menemui seorang laki-laki entah siapa itu. Mereka
berbincang-bincang lalu tertawa lepas. Apakah dia kekasih Yongri?
Daesung POV End-
Yongri POV
Aku mengikuti tes dengan lancar, tak lama kemudian aku menerima pesan
singkat dari Jiyong.
From : Kwonji
'Setelah tes, temui aku di taman'
Aku tersenyum. Lalu aku keluar ruangan dan berjalan menuju taman. Saat
perjalanan ke taman, aku merasa seperti ada yang mengikuiku dari belakang. Tapi
aku tidak menghiraukannya. Saat aku sampai di taman, kulihat Jiyong berdiri di
sana sambil tersenyum padaku.
"Hai tampan! Sudah lama menunggu?"
Jiyong mendekatiku dan berkata,
"Tidak, aku bersedia untuk selalu
menunggumu. Karena waktu yang sebentar bersamamu, bukanlah hal yang
percuma."
Jiyong menunjukkan ekspresi jahilnya
yang sangat cute sehingga membuatku tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha! Dasar tukang gombal!."
Aku mencubit pipinya lalu mengajaknya
untuk duduk di salah satu bangku taman.
"Jiyong, apakah kau mencintaiku?"
"Tentu saja, meskipun kau tanya sampai seribu kali, jawabanku
adalah tetap."
Aku tersenyum dan berkata padanya,
"Bagaimana kalau aku mencintai orang lain?, apa yang akan kau
lakukan?"
Apa yang aku katakan barusan? Apa aku
sudah gila?!
Jiyong hening sejenak, mengembuskan
napas lalu berkata,
"Apa yang akan kulakukan? Hmm.. Kalau yang kau cintai itu lebih
baik dariku. Mungkin dialah yang terbaik untukmu.."
Jiyong..? Jawabanmu itu...
Ekspresi Jiyong tidak bisa
dideskripsikan oleh kata-kata. Apa dia sudah tau bahwa aku bertemu dengan
Daesung dan dia adalah cinta pertamaku?
***********************
Jiyong POV
Aku sudah mengetahuinya, Yongri. Semua tentangmu dan dirinya. Oleh
karena itulah aku berkata begitu kepadamu. Hanya saja aku kehabisan cara untuk
menanyakannya padamu. Aku takut kau tersinggung dan menjauhiku. Sejujurnya, aku
sakit saat mengetahui itu.
Aku melihatmu waktu itu. Saat dimana kau
bertemu dengan laki-laki itu.
Saat aku mengetahui kebenarannya dari Sandara,
sahabatmu dari kecil.
Lalu aku harus bagaimana, Yongri?
*Flashback :
"Apa? Kenapa kamu tanya itu ke aku? Kenapa gak tanya ke
Yongri?"
"Nggak, aku harus bertanya ini padamu. Cepat ceritakan
padaku!"
"Oke, baik. Jadi Daesung itu adalah cinta pertama Yongri waktu di
SMP dulu, tapi entah karena apa mereka tiba-tiba putus. Sampai sekarang aku
nggak tau Yongri masih suka apa nggak ke Daesung, lagipula dia nggak pernah
cerita sama aku kalo dia pernah ketemu Daesung di sekolah ini."
*Flashback End-
Jadi Daesung itu adalah cinta pertamamu.
Dan kau tidak sengaja bertemu dengannya di sekolah. Dan mengapa kau bertanya
seperti itu padaku? Apakah kau masih mencintainya?
Hembusan angin sore membuat perempuan berparas cantik itu menerawang
jauh. Tatapannya kosong, seakan melambangkan beban yang ia peroleh. Yongri
duduk di balkon rumahnya sambil mengingat-ingat masa lalunya.
*Flashback
"Yongri, tunggu aku! Aku bisa menjelaskan semuanya padamu! Tolong
dengarkan aku!"
Daesung mengejar Yongri yang berlari
menjauhi Daesung. Setelah mendengar perkataan Daesung, Yongri langsung
menghentikan langkahnya dan berbalik untuk melihat wajah Daesung, kekasihnya.
"Apa yang perlu aku ketahui lagi darimu? Sekali, dua kali, namun
aku masih saja tidak tahu. Aku lelah! Benar-benar lelah. Ini dan itu semuanya
bohong. Apa lagi gunanya aku disini?! Lebih baik aku mati daripada
terus-menerus menerima omong kosongmu itu!!!"
Yongri mencurahkan semua kepedihannya
saat itu juga. Iaatak tahan lagi untuk menjadi tegar atas semua perlakuan
Daesung padanya. Sudah berulang kali Daesung berselingkuh dengan wanita lain
dibelakang Yongri. Tapi kali ini, Yongri akan mengakhiri semuanya.
"Kau salah paham! Bukannya akuㅡ"
"Apa? Apa lagi?! Sudah cukup Daesung! Sudah! Hentikan semua ini!
Aku ingin mengakhirinya saat ini juga. Aku tidak ingin melihat wajahmu
lagi!"
Yongri berlari mninggalkan Daesung
dengan berlinangan air mata. Besok, ia akan meminta surat pindah sekolah. Ia
sudah muak dengan Daesung.
*Flashback End-
Yongri mengusap air matanya, kenangan itu mengingatkannya betapa pahit
masa lalunya bersama Daesung. Ia tidak tahu, bagaimana Daesung yang sekarang.
Sudahkah ia berubah?
Aitakute Aitakute..
Ano umi de matte iru
yo..
Kimi e no omoi asamo
hiru mo yoru mo..
Aitakute.. You're My
Heaven..
Ponsel Yongri berdering, rupanya ada
telepon masuk. Dengan sigap, Yongri mengambil ponsel yang tepat berada di
sampingnya.
"Halo? Ini siapa?"
"Yongri, ini aku.. Daesung."
Mata Yongri terbelalak, mengetahui siapa
yang meneleponnya sekarang.
"Ada apa?"
Yongri berusaha tenang seakan tidak
terjadi apa-apa.
"Sebenarnya tidak ada apa-apa. Aku hanya mencoba menghubungi
nomormu yang dulu, dan ternyata masih aktif."
"Hm, ada lagi?"
Jawab Yongri datar.
"Eh..ㅡ"
"Kalau tidak ada lagi, baiklah ㅡ"
"Eits! Jangan tutup dulu! Hmm.. Bisakah kau besok menemuiku?"
Yongri kaget, untuk apa dia ingin
bertemu denganku?
"Dimana?"
"Di taman, usai pulang sekolah."
Setelah Yongri mendengar jawaban
Daesung, dengan santainya Yongri mengakhiri sambungan teleponnya.
Ia meletakkan kembali ponselnya dan
berkata pada dirinya sendiri,
"Sekarang kuberi kau kesempatan. Semoga kesempatan ini au
manfaatkan dengan sebaik-baiknya."
Yongri menghela napas panjang dan
berjalan menuju kamanya, lalu ia menutup pintu baljon dan berbaring diatas
ranjangnya.
************************'
*kringggg
Bunyi bel pulang sudah berdering-dering. Murid-murid sekolah
berbondong-bondong untuk melihat siapa saja yang lolos tes seleksi cerdas
cermat Bhs Jepang. Semua muri berkerumun di depan papan pegumuman. Dan salah
satunya adalah Yongri. Dengan teliti ia melihat daftar nama yang lolos tes. Ada
5 murid saja yang lolos dan nama Minxy tercantum jelas ada di urutan nomor 3.
Yongri berteriak girang setelah mengetahui bahwa ia lolos. Ia melihat
dafta nama itu lagi, siapa tau Sandara juga lolos. Dan dengan ajaibnya, nama
Daesung juga tercantum disana, tepat dibawah namanya. Serasa ada petir yang
menyambarnya, perasaan campur aduk dirasakan oleh Yongri. Seketika ia ingat
janjinya bersama Daesung. Yongri berlari menjauhi kerumunan murid lalu
melangkahkan kakinya ke arah taman.
"Daesung..."
Daesung menoleh ke arah datangnya suara
saat ia sedang mengutak-atik ponselnya.
"Terima
kasih karena telah menepati janji."
" Itu selalu aku lakukan. Tidak sepertimu.."
Daesung tertegun mendengar jawaban
Yongri. Seakan menyindir tentang pengkhianatan yang pernah ia lakukan.
"Masalah tentang itu.. Bukan aku yang salah, tapi itu salahmu. Kau
tidak pernah menyisakan waktumu untukku. Jadi, apakah itu sepenuhnya
salahku?"
Jantung Yongri berhenti sejenak. Hatinya
tercabik-cabik mebdengar penyangkalan Daesung.
"Kau.. Sama sekali belum berubah! Sudah jelas-jelas kukatakan
padamu bahwa saat itu ku tidak bisa menyisihkan waktuku untukmu karena ada
suatu hal yang memaksaku untuk menjadi sangat sibuk dan itu semua demi kebaikan
nama sekolah kita. Tapi sifat gois dan 'tidak mau tau' mu itu sangat melekat
padamu sehingga membuatmu tidak mengerti perasaanku dan keadaanku saat itu. Dan
bila kau tau, meskipun sebelumnya aku sudah mengetahui bahwa kau
mengkhianatiku, aku tetap tegar dan bersikap tidak ada apa-apa. Tapi itu masih
saja belum cukup dan akhirnya kuputuskan untuk mengakhirinya!!"
Sekali lagi, air mataku kembali menetes.
" Cih, omong kosong saja!"
Mendengar kata-kata hina yang
dilontarkan Daesung,Yongri tidak tahan lagi dan melayangkan tangannya dengan
keras ke pipi Daesung.
*plakk
Yongri menampar Daesung dengan amarah
yang sudah memuncak, air mata tak henti-hentinya mengalir dari pipi mulusnya.
"Yongri!"
Teriak seseorang dari arah belakang
Yongri. Yongri menoleh ke belakang dan ternyata itu adalah Jiyong. Jiyong mndekati Yongri dan menghapus air
matanya. Lalu ia melihat Daesung dan memukulnya dengan keras.
"Apa yang kau lakukan?!"
"Seharusnya aku yang bertanya padamu! Apa yang kau lakukan pada
kekasihku?!"
Seru Jiyong dengan nada tinggi.
"Hah, jadi dia kekasihmu,
Yongri?"
"Ya, aku adalah kekasih Yongri.
Sekarang pergilah au keparat! Jangan lagi sekali-kali kau menemuinya lagi. Atau
kau akan mati di tanganku!"
Daesung menyerah dan akhirnya pergi
menjauhi mereka berdua.
"Yongri sayangku, Jangan menangis
lagi. Aku sudah rahu semuanya. Sekarang, jangan khawatir lagi. Aku ada disini
untukmu."
Jiyong memeluk Yongri yang menangis
tersedu-sedu.
"Maafkan aku Jiyong, aku tidak memberitahumu masalah ini sejak
awal. Aku tidak ingin menyakitimu. Itu saja.."
Yongri semakin mempererat pelukannya
pada Jiyong.
Ia membiarkan semua kesedihannya meluap
di bahu Jiyong.
"Sudah, jangan menangis lagi. Bukankah kau lolos tes cerdas cermat
itu? Ingat, kau harus belajar lagi untuk menang, bukankah kau ingin bertemu
dengan ONE OK ROCK?"
Ujar Jiyong tanpa melepas pelukannya.
"Iya, aku sangat gembira karena lolos, dan aku juga bahagia bila
bisa bertemu dengan idola ku. Tapi aku akan lebih bahagia bila kau selalu ada
di sampingku, Jiyong. Aku mencintaimu. Terima kasih karena telah
menemaniku disaat senang maupun sedih. Dan terimakasih juga karena telah
mengerti aku sepenuhnya. Kau adalah malaikatku.."
Jiyong meneteskan air matanya. Ini bukan
karena bersedih , namun terharu karena mendengar kata-kata kekasihnya.
"Bukankah aku sudah berjanji untuk selalu mencintaimu? Mulai
sekarang, ini akan kulakukan sampai ajal memisahkan kita.
Yongri, kaulah surgaku, You're My
Heaven..."
FIN-
Thanks for read!
Arigatou~
Kamsahamnida~
