![]() |
| Takahiro Morita |
Author
: Erinsa Bella
Cast : Me and Taka (from ONE OK ROCK)
Enjoyed
my fanfic! ^^
*****
“Aku pulang~”
Aku mecopot
sepatuku dan menaruhnya di rak. Huhh.. rasanya lelah sekali sampai remuknya
terasa ke tulang! Hari ini banyak sekali kegiatan di sekolah yang menguras
tenaga.
Lalu aku
berjalan sempoyongan ke kamar sambil membawa setumpuk buku.
“Hari ini
melelahkan sekali, Tuhan!”
Aku melempar
tas ku sembarang dan melompat berbaring di ranjang. Aku merogoh saku celana
untuk mencari ponselku.
“Notes...
and... words. Ah! Ketemu.”
Aku memutar
lagu kesukaanku dan mulai bernyanyi.
“I wanna dance, like no ones watching
me. I wanna love, like It’s the only thing I know.. I wanna laugh, all your
tears away. I wanna sing like every single note and word It’s all for you. Is
this enough? I wanna... “
BIP BIP BIP..
Eh? Sialan!
Baterai ku habis! Padahal aku masih ingin mendengar suara Taka ku T.T
Aku berdiri
dan melempar ponselku ke sofa. Lalu aku mulai berjalan ke kamar mandi sambil
merutuki ponselku yang tiba-tiba mati dan menghancurkan duet ku bersama Taka.
“Another song for you, about your
love. Cuz you love the me that full of faults. I wish you could see it from this
view, cuz everything around you, is a little bit brighter from your love..”
“Apakah aku
harus menyanyikannya sampai habis?”
Suara itu...
sepertinya aku kenal..
Bukankah
ponselku tadi mati? Bagaimana bisa suara Taka bisa terdengar jelas ditelingaku?
Aneh. Siapa juga yang berbicara barusan?
Sontak aku
menghentikan langkahku dan mencari sumber suara.
DEG!
“TA... TA..
TAKA.. TAKAA??!”
Seorang pria
berambut keriting pendek memakai kaos oblong berwarna putih sedang duduk di
pinggir ranjangku sambil menatapku.
“K-kau.. kau
benar-benar.. Taka?!”
Ia tersenyum
manis sambil mengedipkan sebelah matanya.
GILA.
Dia TAKA! Aku
mengerjapkan mata berkali-kali, tidak mungkin!
1 detik… 2
detik…
Okay, ini
mungkin sedikit gila dan aku benar-benar harus diperiksa karena sakit jiwa dan
terlalu menghayal!
Aku
memberanikan diri untuk mendekatinya. Dia terus saja menatapku. Aku duduk
disampingnya dan menatapnya dengan ekspresi yang sedikit.. yah begitulah.
Taka mendekat
padaku. Tubuhnya sangat dekat denganku. Wangi tubuhnya seakan menghipnotisku.
Ya tuhan! Apa ini?
Aku terus
menghindari tubuhnya dan terus geser ke samping.
Tapi ia terus
mendekat dan mendekat. Membuatku sedikit takut.
“Hei! jangan
mendekat!”
“Kubilang
jangan mendekat!”
“Hei.. aku
memang fans berat mu. Tapi kau membuatku takut..”
“TAKA!”
BUKK!!
Aww~!
Pantatku
mendarat dengan mulus di lantai. Yeah, aku jatuh dari ketinggian 50 cm  ̄ˍ ̄
Lebih
tepatnya dari ranjang sialan itu. Dan dengan santainya Taka melihatku dari atas
ranjang sambil memasang wajah tidak berdosa. Ahh! Wajah manisnya itu!
Sudah
kupastikan wajahku sekarang semerah kepiting rebus.
Aku memang
tidak tahan melihat wajah Taka yang manis itu. Dia juga sangat tampan. Karena
itulah aku mengidolakannya.
“Maafkan aku,
aku hanya ingin berbicara denganmu. Tapi kau terus saja menghindar.”
What the
hell? Kau hanya ingin berbicara padaku tapi kenapa tidak bilang dari tadi?!
Aku tidak
mungkin menderita seperti ini jika kau tidak membuatku takut!
Aku meringis
kesakitan sambil meraba-raba pinggang ku.
"Hey! Are
you okay? What happen babe?"
Taka
mendekati ku yang sedang terduduk sambil memasang wajah kaget bercampur
bingung. Sebenarnya ada sedikit perasaan pasrah atas kejadian ini. Entah apa
lagi yang terjadi selanjutnya. Aku akan mencoba berbaur dan bertingkah seperti
tidak terjadi apa-apa.
"Hm?
Tidak ada apa-apa. Hanya sedikit sakit. Hanya sedikit." ujarku sambil tersenyum
konyol.
"Begitukah?
Okay, sekarang kau naiklah ke atas ranjang, aku akan menemanimu."
Taka
menggendongku dan menurunkanku perlahan di atas ranjang. Dia lalu berpindah
posisi duduk disampingku dan menyandarkan kepala nya di bahu ku.
“Hm.. Taka..
apa yang kau lakukan?”
Ujarku yang
masih kaku dan tak tau harus berbuat apa.
“Aku sedang
menemanimu. Apa ada yang salah?”
“Hanya saja
ada yang aneh.”
“Apanya?”
Aku menghela
nafas panjang dan mulai berbicara panjang lebar.
“Aku hanyalah
gadis biasa yang baru saja pulang dari sekolah. Entah salah apa aku ini!
Tiba-tiba saja seorang TAKA yang jelas-jelas adalah satu-satunya idola ku dan
ia yang sangat aku gilai tiba-tiba berada duduk dengan santai di atas ranjangku
sambil menyanyikan Notes’n’Words?! Untung saja aku tidak terkena serangan
jantung!”
"Hah..
PUAHAHAHAHAHAHAHAHAH~~" laki-laki itu memegangi perutnya sambil tertawa
lepas. Aku menatapnya dengan mulut menganga seakan tak percaya dengan reaksi
Taka.
"Apa kau
bilang huh? Kau tidak sakit kan? Apa kau baik-baik saja? Hei, dengarkan. Aku
ini kekasihmu! Apa kau terlalu lelah sampai melupakan aku huh? Kita sudah lama
berhubungan. Dan kau lah yang selalu menemaniku dari nol sampai aku sukses
dengan band ku seperti sekarang. Kaulah malaikatku.."
Taka
merengkuh wajahku dan menatapku penuh arti.
Perlahan ia
mendekatkan wajahnya padaku dan mengecup keningku dengan lembut.
"Jangan
bicara yang aneh-aneh lagi. Percayalah aku selalu disini...... "
Aku hanya
bisa terdiam menatapnya. Entah apa yang terjadi pada hidupku ini. Aku hanya
merasa sangat nyaman berada didekatnya. Seseorang yang biasanya hanya bisa
kulihat dari layar, kini tepat berada di depanku.
“Taka.. “
“Hm?”
Ia
menggenggam tanganku erat, seakan tak mau melepasku walau sekejap.
“Aku
mencintaimu..”
“Aku lebih
mencintaimu..”
Aku bahagia.
Entah ini mimpi atau apapun aku tak peduli. Aku hanya bahagia.
Dengan adanya
dirimu disini, aku yakin bahwa 'mimpi' tidak selalu menjadi khayalan semata.
Asal aku
yakin, aku percaya bahwa mimpi gila ku tentang mu itu nyata. Dan aku berani
menjalaninya.
Taka, kau
adalah mimpi terindahku! Tetaplah hidup dalam hatiku! ^^
-FIN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar